IMPLEMENTASI PRINSIP REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGAJI SANTRI TPQ BABURRAHMAH
DOI:
https://doi.org/10.63216/alulum.v3i02.534Kata Kunci:
Reward, Punishment, Motivasi Belajar, TPQ Baburrahmah, Pendidikan IslamAbstrak
Pendidikan Al-Qur’an di lembaga non-formal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait heterogenitas usia santri dalam satu kelas yang mencakup rentang usia dini (PAUD) hingga remaja (SMP). Kondisi ini menyebabkan variasi kemampuan kognitif dan tingkat konsentrasi yang menyulitkan pengelolaan kelas serta pemeliharaan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menjembatani tantangan tersebut melalui penerapan metode reward dan punishment, dengan fokus pada bentuk, proses, dampak, serta efektivitasnya terhadap motivasi dan prestasi belajar santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field research) di TPQ Baburrahmah, Banjarbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan kunci (pengajar) dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk reward didominasi oleh pujian verbal dan gestur tubuh sebagai penguatan positif, sedangkan punishment diterapkan secara persuasif melalui teguran lisan tanpa kekerasan fisik; (2) Proses implementasi berlandaskan prinsip keseimbangan (Law of Effect), kesegeraan (immediacy), dan pendekatan humanis; (3) Dampak penerapan terbukti konstruktif, di mana reward memenuhi kebutuhan penghargaan (Esteem Needs) dan punishment membangun kesadaran internal (inner control). Strategi ini dinilai sangat efektif meningkatkan prestasi belajar melalui mekanisme Push and Pull Factors, di mana reward menarik minat belajar dan punishment menjaga kedisiplinan, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif.




